teshimaryokan.info Politics BUKU KIMIA ANORGANIK DASAR COTTON PDF

Buku kimia anorganik dasar cotton pdf

Tuesday, June 11, 2019 admin Comments(0)

Cotton, F.A dan Wilkinson, , Kimia Anorganik Dasar, UI press, Jakarta. Day, M.C dan J. Vogel, , Buku Teks Analisis Anorganik kualitatif makro dan Semi Mikro Jilid 1, PT. Kalman 69 pages organisasi dan manajemen ROBBIN. pdf. eBook Belum Didownload - Download as PDF File .pdf), Text File .txt) or Physics: Principles With Applications, Alonso, M & E.J. Finn, , Dasar‐dasar Fisika Universitas, Jilid II edisi kedua (terj: Prasetyo. Kimia Organik Addison‐ wesley, Calculus and Analytical Geometry Campbell, Analytical Chemistry Cotton. Download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for F. A Cotton dan G. Wilkinson, , Kimia Anorganik Dasar. Buku Ajar Kimia Analitik.


Author: LAVETA LIBENGOOD
Language: English, Spanish, French
Country: Burkina
Genre: Lifestyle
Pages: 292
Published (Last): 21.06.2016
ISBN: 900-1-70842-422-9
ePub File Size: 16.42 MB
PDF File Size: 10.42 MB
Distribution: Free* [*Regsitration Required]
Downloads: 26117
Uploaded by: RUDOLF

Kimia anorganik dasar / F. Albert Cotton, Geoffrey Wilkinson ; penerjemah Sahati Suharto. Code: COT k Download as PDF · Download Kimia anorganik. Cotton, Frank Albert, The main purpose of our book has not changed. The content of this book, which encompasses the chemistry of all of the. No part of this book may be reproduced by any means, nor transmitted, nor translated into a machine language without the written permission of the publisher.

Interaksi semacam ini seringkali disebut sebagai pembentukan ikatan balik backbonding. Ir Iis Sopyan.. Besarnya pemecahan energi orbital eg tergantung pada jenis ligan dan logam yang menjadi ion pusat. Perbedaan ini dapat dipahami bila kita mengingat sifat gelombang pada elektron. University Science Books Oxford.

Searching for Relationship.. Ghalia Indonesia Walizer. Infrared Absorption Spetroscopy. Great Britain Barrow. University Press Green. Singapore Kagan. Heyden Nakanishi. Metode Penelitian. Merret Jr.. Oxford Robinson T.. McGraw hill. USA Harley. Co A Textbook of Mineralogy.

Other books: BUKU DANUR PDF

Belmont Robert D.. Microbiology Essentials and Application.. Anthony R. New York Pelczar. San Fransisco Moo Young. Alkaloid Chemistry. A laboratory manual of microbiology. McMillan Publsh.

Cotton dasar buku anorganik pdf kimia

Madison McKane. Pergamon Press. Einfuhrung in Die Chemie der Alkaloide. New York G Faure. WH Freeman and Co. Flow injection Analysis. Plenum Press H. Comprehensive Biotechnology. John Wiley and Son. Settle Jr. Penerbit ITB Crueger. Clarendon Press.

Grant Norton dan C. A Textbook of Industrial Microbiology. English Edition. Wadsworth Publishing Company. Akademic Verlag Berlin Hesse. USA Seeley.

Science Tech.. Brown Publishers. Introduction to Instrumental Analysis. Ellis Horwood Limited Ruzcka. Selection exercises from microbes in action. Senyawa Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi.

Daftar pustaka anorganik

Dean dan F. Secondary Metabolism. Instrumental Methods of Analysis. The Physics of Solids. Flow Injection Analysis. Chichester Turton. McGraw Hill Inc. Georg Thieme Verlag Berlin Mann.

Solid State Chemistry and Its Applications.. Oxford University Press Inc. New York Mermet. Principles and Applications.. C Marquardt. Modern Biotechnology. Molecular Biology and Biotechnology. Material Science and Engineering. Lehrbuch der Toxikologie. London Callester Jr. The Biosynthesis of Secondary Metabolites.

The Properties of Engineering Materials. H and Schafer. Principles and technique of Practical Biochemistry. Berlin Hayes. Edmundsbury Press. Washington DC D. Fundamentals of Polymers. Polymer Process Engineering. Cambridge Herbert. Polymer Science and Technology.

London Grulke. Oxford Kumar. Raven Press. Van Nostrand Reinhold Company. Prentice hall. Chapman and Hall. Understanding Polymer Morphology. Spektrum Akademischer Verlag GmbH. An Introduction. Physical Properties of Polymers. New York Fried. London Wilson. Contemporary Polymer Chemistry. Cambridge University Press. New Jersey Mark.

Mann J. Hibridisasi segiempat planar. Hibridisasi oktahedral. Dengan perkataan lain. Satu golongan penting yang secara kualitatif serupa walaupun secara terinci berbeda berbeda adalah spesies simetris dengan rumus umum AB3 yang planar. Hibrida sp memberikan molekul linear Hibrida sp2 memberika molekul segitiga planar Hibrida sp3 memberikan molekul tetrahedral Bila tersedia orbital-orbital d beserta orbital s dan p.

Contoh-contoh yang penting adalah BF3. Dalam setiap OM ikatan. Hibridisasi piramidal-segiempat. Alasan utamanya adalah bahwa pendekatan OM lebih mudah diterapkan untuk perhitungan kuantitatif yang menggunakan komputer digital. Penggunaan orbital hibrida untuk menerangkan dan mengaitkan struktur tidak begitu lazim lagi pada tahun-tahun ini. Memiliki energy terendah jika dibandingkan orbital atom ketika electron masing belum berinteraksi. Hibridisasi bipiramidal-trigonal. Bagaimanapun konsep orbital hibrida tetap memiliki kelebihan tertentu karena kesederhananya.

Pada teori ini terbentuknya suatu ikatan. Ikatan Psi Secara teoritis dihasilkan dari interaksi orbital f. Seperti yang kita ketahui bahwa F memiliki tingkat keelektronegatifan lebih tinggi dibandingkan Li yang artinya keadaan F lebih stabil aturan octet. Untuk molekul dengan 2 atom yang berbeda.

Untuk menentukan hal tersebut. Perbedaa ini dapat dipahami bila kita mengingat sifat gelombang pada elektron. Pembentukan orbital molekul ikatan berkaitan dengan interferensi konstruktif. Penampang tegak lurus terhadap sumbu nuklir biasanya sumbu x memberikan suatu bentuk elips..

Orbital sigma simetris disekitar sumbu antar nuklir. Ini terbentuk dari orbital s maupun dari p dan orbital d yang mempunyai telinga sepanjang sumbu antar nuklir.

Orbital atom yang membentuk orbital molekul harus mempunyai energi yang dapat dibandingkan. Fungsi gelombang orbital atom harus mempunyai simetri yang relatif sama dengan sumbu molekul.

Orbital atom yang mengambil bagian dalam pembentukan orbital molekul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Fungsi gelombang dari masing-masing orbital atom harus bertumpang tindih dalam ruangan sebanyak mungkin.

Daerah tumpang tindih ada di atas dan di bawah sumbu ikatan lihat gambar 3. Gambar Tingkat energi orbital molekul ikatan dan antiikatan molekul H2 Penggunaan teori orbital molekul ini dapat diterapkan pada molekul-molekul lain selain molekul H2.

Bentuk orbital molekul yang terbentuk dari orbital atom Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa pada orbital molekul antiikatan sigma terdapat simpul node yang menyatakan kerapatan elektron nol. Gambar 3. Untuk orbital p. Hanya saja. Dengan terbentuknya orbital molekul yang diisi oleh elektron dari kedua atom H. Molekul H2 ini merupakan molekul yang stabil. Sesuai dengan aturan Hund. Perhatikan diagram berikut: Pembentukan orbital molekul ini dapat digunakan untuk menjelaskan ketidakstabilan dari molekul He2.

Sedangkan perbedaan tingkat energi antara orbital bonding molekul yang terbentuk dengan orbital atom dari atom yang tingkat energinya lebih rendah merupakan ukuran sifat kovalen ikatan yang terbentuk. Selisih energi antara orbital atom A dan orbital atom B. Karena baik orbital bonding. Kedua contoh diatas menunjukkan pembentukan orbital molekul untuk molekul diatomik yang heterogen.

Untuk lebih jelasnya. Maupun orbital antibonding sama-sama terisi elektron. Perbedaan tingkat energi antar orbital atom dari dua atom berbeda yang saling berikatan merupakan ukuran dari sifat ionik ikatan yang terbentuk antara kedua atom tersebut. Pada molekul diatomik yang heterogen. Karena jauh lebih banyak orbital dan elektron yang terlibat. Adapun orbital atom dari ligan yang dapat bergabung dengan orbital atom dari logam adalah orbital s atau orbital hasil hibridisasi antara o rbital s dan p.

Umumnya orbital atom dari ligan tingkat energinya lebih rendah dibandingkan orbital atom dari logam pusat. Orbital-orbital t2g dxy. Oleh karena itu ketiga orbital tersebut disebut sebagai orbital nonbonding. Orbital atom logam dapat bergabung dengan orbital atom ligan jika orbital-orbital atom tersebut memiliki simetri yang sama.

Untuk logam transisi pertama. Ligan dapat membentuk orbital molekul dengan orbital logam jika posisinya segaris dengan logam. Kompleks ini merupakan kompleks high spin.

Pada kompleks [CoF6] Pada kompleks [Co NH3 6]. Makin besar kovalensi. Diagram pembentukan orbital molekul pada kompleks [CoF6]3.

Dalam TOM. Karena semua elektron dalam kompleks berpasangan. Orbital 3dxy. Orbital-orbital 3dx2-y2. Orbital-orbital t2g dari logam membentuk orbital nonbond ing atau non-ikatan. Karena dalam kompleks terdapat sejumlah elektron yang tidak berpasangan. Terisinya orbital antibonding ini mengakibatkan ikatan antara logam Co dengan ligan NH3 tersebut menjadi lebih lemah.

Senyawa kompleks dengan atom pusat logam besi Fe dan mangan Mn: Interaksi semacam ini seringkali disebut sebagai pembentukan ikatan balik backbonding. Interaksi semacam ini lebih sering terjadi pada kompleks dari logam dengan bilangan oksidasi yang tinggi. Ligan-ligan semacam ini merupakan ligan medan kuat dan pada Deret Spektrokimia berada di sebelah kanan.

Proses hibridisasinya adalah sebagai berikut.

Daftar pustaka anorganik

Besi adalah logam paling banyak. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari molekul CN-. Konfigurasi atom Fe: Contoh ion kompleks adalah [Fe CN 6]3. Simbolnya Fe ringkasan ferrum nama latin bagi besi. Dan molekul ini membentuk geometri octahedral dengan kompleks orbital dalam.

Jumlah besi yang besar di bumi disangka menyumbang kepada medan magnet bumi. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul Cl negative 1. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul CN bermuatan negatif.

Dan molekul ini membentuk geometri oktahedral dengan hibridisasi sp3d2 dengan kompleks orbital luar. Keenam orbital sp3 d2 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom Cl dalam molekul Cl6.

Oleh karena atom Mn dapat mengikat empat molekul Cl negative 1. Keempat orbital sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom Cl dalam molekul Cl4. Konfigurasi atom Mn: Hal ini dicapai melalui hibridisasi d2sp3. Dan molekul ini membentuk geometri tetrahedral dengan hibridisasi sp3. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari molekul NH3. Oleh karena atom Mn dapat mengikat enam molekul NH3 netral.

Dan molekul ini membentuk geometri oktahedral dengan hibridisasi d2sp3 dengan kompleks orbital dalam. Bayu Media Publishing. Inorganic Chemistry. Mc Daniel. New York: Mc Graw Hill. Kimia For Dummies. Harper Collins College Publisher Moore. Chemistry Ninth Edition. Problems for Inorganic Chemistry. Dasar-Dasar Kimia Anorganik.

Pakar Raya. Pre-College Chemistry. Penerbit UI Press Chang. Kimia Anorganik. Menlo Park: Kimia Koordinasi. Chemical Structure and Bonding.

Advanced Inorganic Chemistry. Khopkar, S. Konsep Dasar Kimia Analitik.

dapus koordinasi.txt - Cotton F.A dan Wilkinson 1989 Kimia...

Terjemahan oleh Saptoharahardjo. Universitas Indonesia. Lavorante A. Multi-commutation in Flow analysis: Spectroscopy Letters, Lou, H. Encyclopedia of Chemical Processing.

Mardiana, D. Universitas Brawijaya. Journal of Chemical Engineering of Japan. Miller, J. Alih Bahasa oleh Suroso. Institut Teknologi Bandung.

Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry Sixth edition. Pearson Education Limited. National Research Council. National Academy of Science. Noroozifar, M. Speciation of Chromium in Effluent Streams. Analytical Sciences Pramauro, E. Prasetyo, P. Universitas Sebelas Maret. Rocha, F. Multicommutation in flow analysis: Analytica Chimica Acta, Ruzicka, J. And Hansen, E.

Flow Injection Analysis: Part I. A New concept of fast continous flow analysis. Sari, R. Universitas Negeri Yogyakarta. Skoog, D.

Cotton pdf buku kimia dasar anorganik

A dan J. Principle of Instrumental Analysis. Sounders Collage Publishing. Heavy metal Bioremavol by Microorganisms: A literature Study.

Dasar buku kimia cotton pdf anorganik

Chapter Japan: Institute for Technology Studies. Sukarti, E. Jurnal Ilmiah Widya Mandala, Vol. Sun, H. Jing, H. Analytical Sciences, Vol. Svehla, G. Kalman Media Pusaka. Travis, J dan Kring, J.